fbpx

Inilah Beberapa Fun Fact Yang Ada di Kelas Talkactive.id

JAKARTA- Dihadiri lebih dari sepuluh orang, peserta Workshop Talkactive.id yang terdiri dari berbagai latar belakang mendapatkan fakta menarik (funfact) sehingga mereka mendapatkan pemahaman baru dalam komunikasi.

“Kesuksesan komunikasi yang paling besar dipengaruhi oleh Body Language,” jelas Noveri Maulana, trainer Talkactive.id saat memberikan materi Workshop of Public Speaking CCP Method Batch ketujuh, hari Sabtu (9/3), di Hotel Sofyan, Cut Meutia, Jakarta Pusat.

Selain itu, Noveri juga memberikan informasi terkait rasa takut yang ternyata bukan penyebab untuk tidak bisa bicara di depan umum. Tetapi, akan menjadi akibat dari banyak sebab yang menghantui pikiran pembicara.

“Sehingga setiap orang punya standar kepercayaan diri yang berbeda-beda, sehingga hanya anda yang bisa menentukan cara meraih kepercayaan diri (confident),” tambah Noveri.

Disamping itu, ia juga menjelaskan jika bicara dengan orang lain harus menggunakan bahasa kalbu. Hal tersebut karena apa yang datang dari hati pembicara akan diterima juga oleh hati audiens.

“Selain itu, sampaikanlah data yang ingin diberikan ke audiens dengan kedekatan (proximity) yang sesuai target audiens kita,” tandas Noveri.(*)

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

JAKARTA- Dihadiri lebih dari sepuluh orang, peserta Workshop Talkactive.id yang terdiri dari berbagai latar belakang mendapatkan fakta menarik (funfact) sehingga mereka mendapatkan pemahaman baru dalam komunikasi.

“Kesuksesan komunikasi yang paling besar dipengaruhi oleh Body Language,” jelas Noveri Maulana, trainer Talkactive.id saat memberikan materi Workshop of Public Speaking CCP Method Batch ketujuh, hari Sabtu (9/3), di Hotel Sofyan, Cut Meutia, Jakarta Pusat.

Selain itu, Noveri juga memberikan informasi terkait rasa takut yang ternyata bukan penyebab untuk tidak bisa bicara di depan umum. Tetapi, akan menjadi akibat dari banyak sebab yang menghantui pikiran pembicara.

“Sehingga setiap orang punya standar kepercayaan diri yang berbeda-beda, sehingga hanya anda yang bisa menentukan cara meraih kepercayaan diri (confident),” tambah Noveri.

Disamping itu, ia juga menjelaskan jika bicara dengan orang lain harus menggunakan bahasa kalbu. Hal tersebut karena apa yang datang dari hati pembicara akan diterima juga oleh hati audiens.

“Selain itu, sampaikanlah data yang ingin diberikan ke audiens dengan kedekatan (proximity) yang sesuai target audiens kita,” tandas Noveri.(*)

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

More Articles

News

Menu