fbpx

Inilah Cara Memulai Presentasi Secara Elegan

Saat kita memulai presentasi adalah momen penentuan yang paling dominan dalam kegiatan tersebut agar pesan yang akan disampaikan lancar dalam membahas inti dari topik yang akan kita jelaskan kepada audiens atau klien bisnis. Sehingga, kita harus bisa membuat mereka terkesan dengan presentasi yang dibawakan agar terlihat memukau. 

Presentasi yang memukau adalah presentasi yang dapat membuat seluruh audiens mendengarkan presentasi dengan antusias, dari awal hingga akhir. Selain itu, audiens juga merasa mendapatkan sesuatu yang penting bagi mereka dari presentasi tersebut.

Jika dari awal pembukaan sudah membosankan, audiens tidak punya alasan untuk terus mendengarkan presentasi, sehingga pesan yang kita presentasikan akan terjadi mispersepsi.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa metode pembukaan presentasi yang efektif, elegan, serta mampu memukau audiens yang sedang menjadi target kita.

1. Start with Story Telling

Darlene Price, presiden Well Said Inc, kepada Business Insider membeberkan, bercerita adalah salah satu trik pembukaan presentasi yang kuat dan paling sering berhasil.

Manusia secara naluriah menyukai cerita dan mampu menyerap banyak pelajaran dari situ. Cerita, menurut Price, adalah cara kita untuk menyelami kehidupan. Lantas, harus cerita apa di pembukaan presentasi?

Bisa cerita tentang diri sendiri, untuk memberi tahu audiens kenapa kita secara pribadi “relate” dengan topik yang dibicarakan. Kita juga dapat menceritakan kisah tentang orang lain yang dapat menjadi pelajaran untuk audiens.

Alternatifnya, bahkan kita bisa mulai pembukaan dengan cerita dongeng, peristiwa bersejarah, atau anekdot yang merangkum inti pesan presentasi.

2. Membuat Audiens Berimajinasi

Ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk mengajak audiens berimajinasi, dengan skenario “What if (Bagaimana Jika?)” atau “Imagine This (Coba bayangkan ini)”.

Hal di atas bertujuan untuk menarik audiens merasa masuk ke presentasi, dengan membuat mereka memvisualisasikan sebuah skenario, serta memikirkan jalan ceritanya sendiri adalah trik yang bagus untuk membuat mereka bertahan mendengarkan. 

3. Siapkan Visual Pendukung

Kita pasti tidak ingin banyak basa-basi di awal? Tangkap fokus audiens dengan memutar video. Tentu yang sesuai dengan topik pembicaraan yang akan dipresentasikan.

Hal ini bisa dicontohkan jika kita ingin pitching penggalangan dana untuk bantu menyekolahkan anak-anak jalanan. Kita bisa membuat video berisi klip-klip bagaimana mereka hidup di jalanan dan seperti apa kondisi sekolah mereka.

Lewat video kita bisa menyampaikan inti pesan dengan cepat.Pasalnya, kombinasi musik, gambar, dan suara dalam video dapat membangkitkan emosi yang tidak bisa kita dapatkan dari sekadar membaca teks atau bullet points.

4.Siapkan Data Berupa Angka dan Statistik

Melansir laman YPO, komunitas leader global, membeberkan fakta berupa statistik atau angka dapat menjadi pembukaan presentasi yang memicu daya tarik audiens.

Statistik, klaim data, atau tajuk berita yang kamu gunakan sebagai pembukaan harus secara langsung terkait dengan tujuan utama presentasi. Fakta angka dapat berfungsi sebagai shock therapy yang menggugah audiens untuk benar-benar mendengarkan kita saat presentasi.

Pada akhirnya, pesan kita akan lebih cepat “masuk” ke audiens dan mereka dapat merespons positif rekomendasi dan langkah selanjutnya.

5. Berikan Statement Kejutan Sejak Awal Presentasi

Pernyataan atau frase yang menohok bisa jadi efektif sebagai pembukaan presentasi untuk langsung menggaet fokus audiens. Namun sebelum lanjut berbicara, diam dulu beberapa detik untuk memberikan efek mencekam dan memancing reaksi audiens tentang yang akan kamu katakan selanjutnya. Jeda ini akan memfokuskan semua perhatian tepat pada kita sebagai pembicara.

6. Lempar Pertanyaan

Jika sudah kehabisan ide segar, kita bisa mengajukan pertanyaan sebagai pembukaan presentasi. Cara ini sederhana, tapi sudah terbukti efektif untuk menarik perhatian orang. Mengajukan pertanyaan retoris juga bisa merangsang pikiran audiens untuk mengolah pesan kita selama presentasi berlangsung.

Mengutip Business Tutorial Plus, motivator asal Amerika Serikat, Simon Senek membuka presentasi Ted Talk-nya dengan pertanyaan berikut:

“Apakah Anda tahu kenapa segala sesuatunya bisa tidak berjalan seperti yang kita duga? Atau kebalikannya, apa yang membuat beberapa orang bisa sukses meraih mimpi-mimpi mereka bahkan ketika semesta menentang mereka?

Selanjutnya audiens akan mulai memfokuskan perhatian kamu untuk bisa mendapatkan jawabannya. Selamat melakukan presentasi!

Share This:

Saat kita memulai presentasi adalah momen penentuan yang paling dominan dalam kegiatan tersebut agar pesan yang akan disampaikan lancar dalam membahas inti dari topik yang akan kita jelaskan kepada audiens atau klien bisnis. Sehingga, kita harus bisa membuat mereka terkesan dengan presentasi yang dibawakan agar terlihat memukau. 

Presentasi yang memukau adalah presentasi yang dapat membuat seluruh audiens mendengarkan presentasi dengan antusias, dari awal hingga akhir. Selain itu, audiens juga merasa mendapatkan sesuatu yang penting bagi mereka dari presentasi tersebut.

Jika dari awal pembukaan sudah membosankan, audiens tidak punya alasan untuk terus mendengarkan presentasi, sehingga pesan yang kita presentasikan akan terjadi mispersepsi.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa metode pembukaan presentasi yang efektif, elegan, serta mampu memukau audiens yang sedang menjadi target kita.

1. Start with Story Telling

Darlene Price, presiden Well Said Inc, kepada Business Insider membeberkan, bercerita adalah salah satu trik pembukaan presentasi yang kuat dan paling sering berhasil.

Manusia secara naluriah menyukai cerita dan mampu menyerap banyak pelajaran dari situ. Cerita, menurut Price, adalah cara kita untuk menyelami kehidupan. Lantas, harus cerita apa di pembukaan presentasi?

Bisa cerita tentang diri sendiri, untuk memberi tahu audiens kenapa kita secara pribadi “relate” dengan topik yang dibicarakan. Kita juga dapat menceritakan kisah tentang orang lain yang dapat menjadi pelajaran untuk audiens.

Alternatifnya, bahkan kita bisa mulai pembukaan dengan cerita dongeng, peristiwa bersejarah, atau anekdot yang merangkum inti pesan presentasi.

2. Membuat Audiens Berimajinasi

Ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk mengajak audiens berimajinasi, dengan skenario “What if (Bagaimana Jika?)” atau “Imagine This (Coba bayangkan ini)”.

Hal di atas bertujuan untuk menarik audiens merasa masuk ke presentasi, dengan membuat mereka memvisualisasikan sebuah skenario, serta memikirkan jalan ceritanya sendiri adalah trik yang bagus untuk membuat mereka bertahan mendengarkan. 

3. Siapkan Visual Pendukung

Kita pasti tidak ingin banyak basa-basi di awal? Tangkap fokus audiens dengan memutar video. Tentu yang sesuai dengan topik pembicaraan yang akan dipresentasikan.

Hal ini bisa dicontohkan jika kita ingin pitching penggalangan dana untuk bantu menyekolahkan anak-anak jalanan. Kita bisa membuat video berisi klip-klip bagaimana mereka hidup di jalanan dan seperti apa kondisi sekolah mereka.

Lewat video kita bisa menyampaikan inti pesan dengan cepat.Pasalnya, kombinasi musik, gambar, dan suara dalam video dapat membangkitkan emosi yang tidak bisa kita dapatkan dari sekadar membaca teks atau bullet points.

4.Siapkan Data Berupa Angka dan Statistik

Melansir laman YPO, komunitas leader global, membeberkan fakta berupa statistik atau angka dapat menjadi pembukaan presentasi yang memicu daya tarik audiens.

Statistik, klaim data, atau tajuk berita yang kamu gunakan sebagai pembukaan harus secara langsung terkait dengan tujuan utama presentasi. Fakta angka dapat berfungsi sebagai shock therapy yang menggugah audiens untuk benar-benar mendengarkan kita saat presentasi.

Pada akhirnya, pesan kita akan lebih cepat “masuk” ke audiens dan mereka dapat merespons positif rekomendasi dan langkah selanjutnya.

5. Berikan Statement Kejutan Sejak Awal Presentasi

Pernyataan atau frase yang menohok bisa jadi efektif sebagai pembukaan presentasi untuk langsung menggaet fokus audiens. Namun sebelum lanjut berbicara, diam dulu beberapa detik untuk memberikan efek mencekam dan memancing reaksi audiens tentang yang akan kamu katakan selanjutnya. Jeda ini akan memfokuskan semua perhatian tepat pada kita sebagai pembicara.

6. Lempar Pertanyaan

Jika sudah kehabisan ide segar, kita bisa mengajukan pertanyaan sebagai pembukaan presentasi. Cara ini sederhana, tapi sudah terbukti efektif untuk menarik perhatian orang. Mengajukan pertanyaan retoris juga bisa merangsang pikiran audiens untuk mengolah pesan kita selama presentasi berlangsung.

Mengutip Business Tutorial Plus, motivator asal Amerika Serikat, Simon Senek membuka presentasi Ted Talk-nya dengan pertanyaan berikut:

“Apakah Anda tahu kenapa segala sesuatunya bisa tidak berjalan seperti yang kita duga? Atau kebalikannya, apa yang membuat beberapa orang bisa sukses meraih mimpi-mimpi mereka bahkan ketika semesta menentang mereka?

Selanjutnya audiens akan mulai memfokuskan perhatian kamu untuk bisa mendapatkan jawabannya. Selamat melakukan presentasi!

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat