fbpx

Mengenal Bahasa Isyarat dalam Dunia Komunikasi

bahasa isyarat

Halo Kawan Bicara! Kali ini yuk kita membahas mengenai Bahasa isyarat dalam dunia komunikasi. Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir.

Sasaran Dalam Mengenal Bahasa Isyarat

Sasaran tersebut salah satunya adalah untuk orang yang berkebutuhan khusus, yakni tuna rungu (kekurangan pendengaran).  Mereka  adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengombinasikan bentuk tangan, gerak tangan, lengan, tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Pertentangan Yang Ada Dalam Bahasa Isyarat

Perlu diketahui, sebenarnya bahasa isyarat tersebut bertentangan dengan pendapat banyak orang, pada kenyataannya belum ada bahasa isyarat internasional yang sukses diterapkan. Bahasa ini sangat unik dalam jenisnya di setiap negara. Bahasa isyarat bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Amerika Serikat dan Inggris meskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, mereka memiliki bahasa isyarat yang sama sekali berbeda.

bahasa isyarat

Sementara itu, di Indonesia juga memiliki bahasa isyarat yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang pengembangannya didukung oleh salah satu lembaga donatur dari Jepang. BISINDO  melibatkan Chinese University of Hong Kong dan Universitas Indonesia.

Cara Dalam Berkomunikasi Dengan Orang Tunarungu

Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan orang tunarungu. Cara paling umum adalah dengan membaca gerak bibir dan menggunakan bahasa isyarat. Namun, kamu juga dapat berkomunikasi menggunakan pulpen dan kertas, juru bahasa, atau perangkat CART (Communication Access Realtime Translation).

Nah, sekarang penulis akan berbagi cara umum yang bisa membantu kamu dalam menjalankannya dengan sopan dan penuh perhatian. Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah tetaplah berada dalam jarak pandang yang tepat dengan lawan bicara.

Sebab, saat berkomunikasi dengan orang tunarungu, cobalah tetap memosisikan pandangan kamu sejajar dengan pandangannya. Kamu boleh duduk jika lawan bicara duduk atau berdiri jika ia berdiri. Sehingga, posisi kamu harus agak lebih jauh daripada jarak bicara normal (1-2 meter).

Hal ini akan membantu memastikannya melihat semua bahasa tubuh kamu.

  1. Jika kamu berada di dalam ruangan, pastikan pencahayaannya cukup terang agar dia dapat melihat kamu dengan jelas. Sebaliknya, jika berada di luar ruangan, hadaplah ke arah cahaya matahari agar tidak ada bayangan pada wajah kamu dan cahaya matahari tidak menyilaukan wajahnya.
  2. hindari menempatkan apa pun di dalam atau di sekitar mulut kamu (permen karet, tangan kamu sendiri) selagi bicara.
  3. hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah bicaralah dengan suara dan nada yang wajar, dengan kata lain cobalah berbicara sewajar mungkin. Sebab, berbisik dan berteriak dapat mendistorsi gerak bibir sehingga mempersulit orang tunarungu mengikuti kata-kata kamu.
  4. jika kawan bicara melebih-lebihkan gerak bibir, akan lebih sulit dipahami daripada jika berbicara secara wajar. Sementara, mengeraskan volume suara hanya berguna jika lawan bicara meminta melakukannya. Sebaliknya, bicaralah sedikit pelan jika lawan bicara memintamu melakukannya.
  5. lakukan kontak mata dengan lawan bicara. Mata dan mimik wajah membantu mengomunikasikan nada dan sikap obrolan kamu dengan lawan bicara. Jadi, melakukan kontak mata itu penting dan sedapat mungkin jangan memalingkan wajah saat berbicara.
  6. cobalah dan pastikan juga lawan bicara melakukan kontak mata. Misalnya, jika kamu sedang mengajarinya cara menggunakan sebuah benda dan dia sedang melihat benda itu, tunggulah sampai dia selesai melihatnya sebelum kamu melanjutkan pembicaraan.
  7. Jika kamu menggunakan kacamata hitam segera dilepaskan. Selain itu, kamu boleh menggunakan jari untuk menunjukkan angka, tulislah di udara untuk menunjukkan kamu sedang menulis surat, dan lain-lain.

Nah, kawan bicara punya pendapat lain?

Sumber Gambar: HiTekno.com, http://www.nu.or.id

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

bahasa isyarat

Halo Kawan Bicara! Kali ini yuk kita membahas mengenai Bahasa isyarat dalam dunia komunikasi. Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir.

Sasaran Dalam Mengenal Bahasa Isyarat

Sasaran tersebut salah satunya adalah untuk orang yang berkebutuhan khusus, yakni tuna rungu (kekurangan pendengaran).  Mereka  adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengombinasikan bentuk tangan, gerak tangan, lengan, tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Pertentangan Yang Ada Dalam Bahasa Isyarat

Perlu diketahui, sebenarnya bahasa isyarat tersebut bertentangan dengan pendapat banyak orang, pada kenyataannya belum ada bahasa isyarat internasional yang sukses diterapkan. Bahasa ini sangat unik dalam jenisnya di setiap negara. Bahasa isyarat bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Amerika Serikat dan Inggris meskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, mereka memiliki bahasa isyarat yang sama sekali berbeda.

bahasa isyarat

Sementara itu, di Indonesia juga memiliki bahasa isyarat yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang pengembangannya didukung oleh salah satu lembaga donatur dari Jepang. BISINDO  melibatkan Chinese University of Hong Kong dan Universitas Indonesia.

Cara Dalam Berkomunikasi Dengan Orang Tunarungu

Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan orang tunarungu. Cara paling umum adalah dengan membaca gerak bibir dan menggunakan bahasa isyarat. Namun, kamu juga dapat berkomunikasi menggunakan pulpen dan kertas, juru bahasa, atau perangkat CART (Communication Access Realtime Translation).

Nah, sekarang penulis akan berbagi cara umum yang bisa membantu kamu dalam menjalankannya dengan sopan dan penuh perhatian. Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah tetaplah berada dalam jarak pandang yang tepat dengan lawan bicara.

Sebab, saat berkomunikasi dengan orang tunarungu, cobalah tetap memosisikan pandangan kamu sejajar dengan pandangannya. Kamu boleh duduk jika lawan bicara duduk atau berdiri jika ia berdiri. Sehingga, posisi kamu harus agak lebih jauh daripada jarak bicara normal (1-2 meter).

Hal ini akan membantu memastikannya melihat semua bahasa tubuh kamu.

  1. Jika kamu berada di dalam ruangan, pastikan pencahayaannya cukup terang agar dia dapat melihat kamu dengan jelas. Sebaliknya, jika berada di luar ruangan, hadaplah ke arah cahaya matahari agar tidak ada bayangan pada wajah kamu dan cahaya matahari tidak menyilaukan wajahnya.
  2. hindari menempatkan apa pun di dalam atau di sekitar mulut kamu (permen karet, tangan kamu sendiri) selagi bicara.
  3. hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah bicaralah dengan suara dan nada yang wajar, dengan kata lain cobalah berbicara sewajar mungkin. Sebab, berbisik dan berteriak dapat mendistorsi gerak bibir sehingga mempersulit orang tunarungu mengikuti kata-kata kamu.
  4. jika kawan bicara melebih-lebihkan gerak bibir, akan lebih sulit dipahami daripada jika berbicara secara wajar. Sementara, mengeraskan volume suara hanya berguna jika lawan bicara meminta melakukannya. Sebaliknya, bicaralah sedikit pelan jika lawan bicara memintamu melakukannya.
  5. lakukan kontak mata dengan lawan bicara. Mata dan mimik wajah membantu mengomunikasikan nada dan sikap obrolan kamu dengan lawan bicara. Jadi, melakukan kontak mata itu penting dan sedapat mungkin jangan memalingkan wajah saat berbicara.
  6. cobalah dan pastikan juga lawan bicara melakukan kontak mata. Misalnya, jika kamu sedang mengajarinya cara menggunakan sebuah benda dan dia sedang melihat benda itu, tunggulah sampai dia selesai melihatnya sebelum kamu melanjutkan pembicaraan.
  7. Jika kamu menggunakan kacamata hitam segera dilepaskan. Selain itu, kamu boleh menggunakan jari untuk menunjukkan angka, tulislah di udara untuk menunjukkan kamu sedang menulis surat, dan lain-lain.

Nah, kawan bicara punya pendapat lain?

Sumber Gambar: HiTekno.com, http://www.nu.or.id

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat