fbpx

Miskomunikasi Bukan Berarti Tidak Dapat Dihindari

Dasar dari sebuah komunikasi itu sangatlah sederhana, kita megirimkan kata-kata, menerima kata-kata, dan begitu seterusnya. Tetapi pada kenyataannya tidak selalu sesederhana itu, ada banyak faktor pengganggu yang pada akhirnya menimbulkan miskomunikasi. Hal ini sudah menjadi masalah umum antar individu karena adanya perbedaan pemahaman informasi oleh pengirim dan penerima pesan. Bayangkan jika informasi yang ingin disampaikan itu adalah informasi yang sangat penting, pasti akan menimbulkan masalah. Lalu, bagaimana cara kita menghindari miskomunikasi?

Miskomunikasi ini melibatkan kedua belah pihak, yaitu pengirim pesan dan penerima pesan. Sebagai penerima pesan, berikut adalah hal-hal yang wajib Anda perhatikan supaya tidak berujung pada miskomunikasi:
1. Jadilah pendengar yang aktif.
Menjadi pendengar aktif adalah kunci untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik, karena secara otomatis ini akan meningkatkan konsentrasi, tanggapan, dan juga memori percakapan.
2. Luangkan waktu untuk memahami pesan.
Saat berkomunikasi, dalam waktu yang bersamaan kita mengirim, menafsirkan, dan menanggapi pesan sekaligus. Guna memproses itu semua, tentu butuh waktu yang cukup untuk memahaminya supaya tidak salah dalam penginterpretasian. Jika Anda butuh waktu untuk memproses itu semua, cukup informasikan kepada pengirim pesan bahwa Anda sedang berusaha mencerna semuanya.
3. Jangan cepat berasumsi, apalagi menggunakan persepsi pribadi.
Menempatkan diri kita pada posisi pengirim pesan dapat sangat membantu untuk menjadi lebih objektif. Hal ini penting karena penilaian subjektif bisa mengarahkan kita pada kesalahpahaman.
4. Jangan menginterupsi.
Biarkan pengirim pesan menyelesaikannya. Menginterupsi dan memotong pembicaraan di tengah, bisa menjadi distraksi yang menyebabkan pesannya tidak sampai.
5. Bersikaplah terbuka terhadap pesan yang disampaikan.
Jangan membatasi dirimu atas informasi yang sedang disampaikan, karena hal ini akan menghalangi pesan tersebut.
6. Obervasi komunikasi non-verbal.
Saat komunikasi tatap muka secara langsung, perhatikan bahwa komunikasi itu bukan hanya verbal, tetapi juga ada komunikasi non-verbal, bisa dari gerak gerik, ekspresi, dan juga gerakan tangan.

Tetapi, mengingat pergeseran global di tengah pandemi COVID-19 ini semakin banyak dari kita yang harus bekerja dari rumah, sehingga bekerja dan berkomunikasi harus dilakukan secara virtual. Cara mengatasi miskomunikasi secara daring ini sebenarnya juga tidak beda jauh dengan 6 poin di atas, tetapi untuk komunikasi melalui teks, ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan.
1. Pertimbangkan nada baca.
Hanya dengan membaca teks dari balik layar, sebuah pesan bisa diartikan berbeda jika pesan tersebut disuarakan. Hal ini karena intonasi juga berpengaruh dalam proses penyampaian pesan. Maka dari itu, lebih baik jangan cepat berasumsi dan menafsirkan pesan hanya melalui teks yang dikirim.
2. Ingat bahwa sesekali panggilan telepon atau video conference juga diperlukan.
Majunya teknologi saat ini sangat memungkinkan kita untuk terhubung dengan cepat dan mudah melintasi ruang dan waktu. Kita tetap bisa berkomunikasi seperti selayaknya saat bertatap muka secara langsung, karena bisa mendengar intonasi nada, memperhatikan komunikasi non-verbal, dan jumlah kata-kata yang tidak terbatas dibandingkan dengan teks.

Satu hal yang juga penting untuk diingat adalah miskomunikasi juga dapat disebabkan oleh kesalahan pengirim pesan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda gunakan sebagai penyampai pesan yang baik.
1. Fokus pada topik dan berikan instruksi yang jelas dan ringkas.
Informasi yang terlalu banyak tidak akan efektif, hal ini akan sangat memungkinkan banyak informasi yang hilang tanpa diterima dengan baik oleh lawan bicara.
2. Dapatkan perhatian lawan bicara.
Buatlah percakapan menjadi menarik. Pastikan lawan bicara Anda mendengarkan dan memperhatikan apa yang Anda sampaikan dengan seksama.
3. Ajukan pertanyaan.
Undanglah umpan balik, karena komunikasi sifatnya adalah transaksional.
4. Konfirmasi.
Hal ini guna menyamakan pemahaman antara pengirim dan penerima pesan.

Tidak sesederhana yang dibayangkan, bukan? Walaupun ada banyak faktor penyebab miskomunikasi, tetapi cara untuk meminimalisasi miskomunikasi juga tidak kalah banyak. Menguasai kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah salah satunya. Maka dari itu, Talkactive hadir dengan berbagai kelas yang bisa diikuti untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Kunjungi @talkactive.id dan daftarkan diri Anda melalui http://bit.ly/daftartalkactive sebelum tertinggal.

Share This:

Dasar dari sebuah komunikasi itu sangatlah sederhana, kita megirimkan kata-kata, menerima kata-kata, dan begitu seterusnya. Tetapi pada kenyataannya tidak selalu sesederhana itu, ada banyak faktor pengganggu yang pada akhirnya menimbulkan miskomunikasi. Hal ini sudah menjadi masalah umum antar individu karena adanya perbedaan pemahaman informasi oleh pengirim dan penerima pesan. Bayangkan jika informasi yang ingin disampaikan itu adalah informasi yang sangat penting, pasti akan menimbulkan masalah. Lalu, bagaimana cara kita menghindari miskomunikasi?

Miskomunikasi ini melibatkan kedua belah pihak, yaitu pengirim pesan dan penerima pesan. Sebagai penerima pesan, berikut adalah hal-hal yang wajib Anda perhatikan supaya tidak berujung pada miskomunikasi:
1. Jadilah pendengar yang aktif.
Menjadi pendengar aktif adalah kunci untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik, karena secara otomatis ini akan meningkatkan konsentrasi, tanggapan, dan juga memori percakapan.
2. Luangkan waktu untuk memahami pesan.
Saat berkomunikasi, dalam waktu yang bersamaan kita mengirim, menafsirkan, dan menanggapi pesan sekaligus. Guna memproses itu semua, tentu butuh waktu yang cukup untuk memahaminya supaya tidak salah dalam penginterpretasian. Jika Anda butuh waktu untuk memproses itu semua, cukup informasikan kepada pengirim pesan bahwa Anda sedang berusaha mencerna semuanya.
3. Jangan cepat berasumsi, apalagi menggunakan persepsi pribadi.
Menempatkan diri kita pada posisi pengirim pesan dapat sangat membantu untuk menjadi lebih objektif. Hal ini penting karena penilaian subjektif bisa mengarahkan kita pada kesalahpahaman.
4. Jangan menginterupsi.
Biarkan pengirim pesan menyelesaikannya. Menginterupsi dan memotong pembicaraan di tengah, bisa menjadi distraksi yang menyebabkan pesannya tidak sampai.
5. Bersikaplah terbuka terhadap pesan yang disampaikan.
Jangan membatasi dirimu atas informasi yang sedang disampaikan, karena hal ini akan menghalangi pesan tersebut.
6. Obervasi komunikasi non-verbal.
Saat komunikasi tatap muka secara langsung, perhatikan bahwa komunikasi itu bukan hanya verbal, tetapi juga ada komunikasi non-verbal, bisa dari gerak gerik, ekspresi, dan juga gerakan tangan.

Tetapi, mengingat pergeseran global di tengah pandemi COVID-19 ini semakin banyak dari kita yang harus bekerja dari rumah, sehingga bekerja dan berkomunikasi harus dilakukan secara virtual. Cara mengatasi miskomunikasi secara daring ini sebenarnya juga tidak beda jauh dengan 6 poin di atas, tetapi untuk komunikasi melalui teks, ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan.
1. Pertimbangkan nada baca.
Hanya dengan membaca teks dari balik layar, sebuah pesan bisa diartikan berbeda jika pesan tersebut disuarakan. Hal ini karena intonasi juga berpengaruh dalam proses penyampaian pesan. Maka dari itu, lebih baik jangan cepat berasumsi dan menafsirkan pesan hanya melalui teks yang dikirim.
2. Ingat bahwa sesekali panggilan telepon atau video conference juga diperlukan.
Majunya teknologi saat ini sangat memungkinkan kita untuk terhubung dengan cepat dan mudah melintasi ruang dan waktu. Kita tetap bisa berkomunikasi seperti selayaknya saat bertatap muka secara langsung, karena bisa mendengar intonasi nada, memperhatikan komunikasi non-verbal, dan jumlah kata-kata yang tidak terbatas dibandingkan dengan teks.

Satu hal yang juga penting untuk diingat adalah miskomunikasi juga dapat disebabkan oleh kesalahan pengirim pesan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda gunakan sebagai penyampai pesan yang baik.
1. Fokus pada topik dan berikan instruksi yang jelas dan ringkas.
Informasi yang terlalu banyak tidak akan efektif, hal ini akan sangat memungkinkan banyak informasi yang hilang tanpa diterima dengan baik oleh lawan bicara.
2. Dapatkan perhatian lawan bicara.
Buatlah percakapan menjadi menarik. Pastikan lawan bicara Anda mendengarkan dan memperhatikan apa yang Anda sampaikan dengan seksama.
3. Ajukan pertanyaan.
Undanglah umpan balik, karena komunikasi sifatnya adalah transaksional.
4. Konfirmasi.
Hal ini guna menyamakan pemahaman antara pengirim dan penerima pesan.

Tidak sesederhana yang dibayangkan, bukan? Walaupun ada banyak faktor penyebab miskomunikasi, tetapi cara untuk meminimalisasi miskomunikasi juga tidak kalah banyak. Menguasai kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah salah satunya. Maka dari itu, Talkactive hadir dengan berbagai kelas yang bisa diikuti untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Kunjungi @talkactive.id dan daftarkan diri Anda melalui http://bit.ly/daftartalkactive sebelum tertinggal.

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat