fbpx

Seberapa Pentingkah Etika Dalam Public Speaking?

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ada pembicara publik yang melakukan tugasnya dengan benar, sementara ada juga yang terlihat kurang profesional?

Mengapa beberapa orang merasa begitu mudah untuk memikat audiens  dan menyelesaikan dengan tepuk tangan meriah, sementara yang lain hanya membuat audiens merasa bahwa waktu mereka terbuang secara cuma-cuma?

Perbedaannya sering terletak pada mengamati etika sederhana dalam public speaking. Sebenarnya, ini karena etika dalam berbicara di depan umum dapat meninggikan atau menghancurkan aspirasi kamu untuk menjadi pembicara yang efektif. Hal ini tergantung pada seberapa baik kamu mengamati mereka.

Etika dalam public speaking adalah pedoman, aturan tidak tertulis, atau kode etik setiap pembicara publik yang ambisius harus menguasai dan mengamati. Kali ini kita akan membahas beberapa cara beretika baik saat melakukan public speaking, yakni;

1. Tunjukkan Rasa Hormat

Salah satu hal paling penting yang perlu kamu ketahui sebagai pembicara publik adalah menunjukkan rasa hormat kepada audiens. Jika melewatkan poin ini, kamu cenderung akan menghancurkan presentasi bahkan sebelum dimulainya kegiatan.

Semua orang suka dihormati dan audiens pasti mengharapkan hal ini. Konteks ini mengacu kepada aspek tanpa harus membedakan jenis gender, agama, suku, ras, pendidikan, atau status sosial mereka.

Jika saat presentasi membutuhkan menggunakan contoh-contoh praktis, hindari menggunakan contoh yang akan menyinggung mereka.

2. Hormati Kesediaan Waktu Audiens

Di dunia kita yang serba cepat, waktu adalah esensi. Ini adalah aset berharga. Bahkan, audiens juga menghargai waktu, jadi jangan disia-siakan.

Tunjukkan rasa hormat atas waktu mereka dengan menjaga waktu untuk berbicara. Cara yang baik untuk melakukan ini dengan efektif adalah persiapan yang baik. Jika kamu mempersiapkan dengan baik sebelumnya, itu akan membuat kamu tidak audiens merasa waktunya terbuang percuma.

3. Bersikap Jujur dan Jangan Menyesatkan Audiens

Etika dalam berbicara di depan umum menuntut kamu untuk jujur dan akurat dalam informasi yang disajikan kepada audiens. Kamu jangan sengaja menyesatkan audiens, bahkan memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan tujuan kita.

Jika kamu tidak yakin tentang informasi, fakta, atau statistik, jangan gunakan, sehingga jangan merusak kredibilitas pembicara lebih dari informasi yang tidak akurat dan terdistorsi.

4. Pastikan Tujuan Kamu Adalah Etis

Jika tujuan dari kamu berbicara adalah untuk memotivasi aundiens untuk terlibat dalam kegiatan yang berbahaya, ilegal, atau tidak etis, maka itu adalah cara yang tidak baik.

Misalnya, bagaimana kamu melihat seorang pembicara publik yang sangat baik yang mempromosikan terorisme atau penggunaan obat-obatan keras? Etis? Itu sangat tidak benar dan sangat salah.

5. Be Yourself

Setiap orang itu pasti memiliki keunikan. Bahkan kembar identik berbeda dalam beberapa hal. Meskipun merupakan ide bagus untuk belajar dari orang lain, terutama yang dianggap sebagai teladan, jangan mencoba menjadi orang lain yang bukan kamu.

Bersikaplah alami dalam “pengiriman” ketika mencoba menjadi seseorang yang bukan diri sendiri, karena audiens  akan memperhatikan dan hanya akan terlihat dan terdengar palsu bagi mereka. Intinya, menjadi diri sendiri itu sangat istimewa.

Source: idntimes.com, jurnal.unimus.ac.id

Share This:

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ada pembicara publik yang melakukan tugasnya dengan benar, sementara ada juga yang terlihat kurang profesional?

Mengapa beberapa orang merasa begitu mudah untuk memikat audiens  dan menyelesaikan dengan tepuk tangan meriah, sementara yang lain hanya membuat audiens merasa bahwa waktu mereka terbuang secara cuma-cuma?

Perbedaannya sering terletak pada mengamati etika sederhana dalam public speaking. Sebenarnya, ini karena etika dalam berbicara di depan umum dapat meninggikan atau menghancurkan aspirasi kamu untuk menjadi pembicara yang efektif. Hal ini tergantung pada seberapa baik kamu mengamati mereka.

Etika dalam public speaking adalah pedoman, aturan tidak tertulis, atau kode etik setiap pembicara publik yang ambisius harus menguasai dan mengamati. Kali ini kita akan membahas beberapa cara beretika baik saat melakukan public speaking, yakni;

1. Tunjukkan Rasa Hormat

Salah satu hal paling penting yang perlu kamu ketahui sebagai pembicara publik adalah menunjukkan rasa hormat kepada audiens. Jika melewatkan poin ini, kamu cenderung akan menghancurkan presentasi bahkan sebelum dimulainya kegiatan.

Semua orang suka dihormati dan audiens pasti mengharapkan hal ini. Konteks ini mengacu kepada aspek tanpa harus membedakan jenis gender, agama, suku, ras, pendidikan, atau status sosial mereka.

Jika saat presentasi membutuhkan menggunakan contoh-contoh praktis, hindari menggunakan contoh yang akan menyinggung mereka.

2. Hormati Kesediaan Waktu Audiens

Di dunia kita yang serba cepat, waktu adalah esensi. Ini adalah aset berharga. Bahkan, audiens juga menghargai waktu, jadi jangan disia-siakan.

Tunjukkan rasa hormat atas waktu mereka dengan menjaga waktu untuk berbicara. Cara yang baik untuk melakukan ini dengan efektif adalah persiapan yang baik. Jika kamu mempersiapkan dengan baik sebelumnya, itu akan membuat kamu tidak audiens merasa waktunya terbuang percuma.

3. Bersikap Jujur dan Jangan Menyesatkan Audiens

Etika dalam berbicara di depan umum menuntut kamu untuk jujur dan akurat dalam informasi yang disajikan kepada audiens. Kamu jangan sengaja menyesatkan audiens, bahkan memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan tujuan kita.

Jika kamu tidak yakin tentang informasi, fakta, atau statistik, jangan gunakan, sehingga jangan merusak kredibilitas pembicara lebih dari informasi yang tidak akurat dan terdistorsi.

4. Pastikan Tujuan Kamu Adalah Etis

Jika tujuan dari kamu berbicara adalah untuk memotivasi aundiens untuk terlibat dalam kegiatan yang berbahaya, ilegal, atau tidak etis, maka itu adalah cara yang tidak baik.

Misalnya, bagaimana kamu melihat seorang pembicara publik yang sangat baik yang mempromosikan terorisme atau penggunaan obat-obatan keras? Etis? Itu sangat tidak benar dan sangat salah.

5. Be Yourself

Setiap orang itu pasti memiliki keunikan. Bahkan kembar identik berbeda dalam beberapa hal. Meskipun merupakan ide bagus untuk belajar dari orang lain, terutama yang dianggap sebagai teladan, jangan mencoba menjadi orang lain yang bukan kamu.

Bersikaplah alami dalam “pengiriman” ketika mencoba menjadi seseorang yang bukan diri sendiri, karena audiens  akan memperhatikan dan hanya akan terlihat dan terdengar palsu bagi mereka. Intinya, menjadi diri sendiri itu sangat istimewa.

Source: idntimes.com, jurnal.unimus.ac.id

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat