fbpx

Tips Bangun Personal Branding dalam Berkarier

Tips bangun personal branding

Sebagian #KawanBicara pasti ada yang paham bahwa “brand” adalah indikasi dari apa yang ditawarkan yang bisa membangun atau menghancurkan jalan karier seseorang. Ini juga menunjukkan kepercayaan diri, kredibilitas, dan kemampuan untuk memprioritaskan sesuatu. Memasarkan diri sebagai “brand” yang lebih baik akan membantu seseorang untuk bisa dikenal baik oleh calon perusahaan, pelanggan, atau siapapun yang penting bagi karier orang tersebut.

Lantas, bagaimana membangun “personal branding” yang auntentik? Seperti yang dikutip dari majalah Forbes, Ashley Stahl, seorang kontributor di media tersebut meneliti masalah karier terkait “personal branding” agar karier kita berkembang dengan orang sukses.

Berikut adalah tiga cara menurut Ashley Stahl untuk menciptakan hal tersebut yang bisa membantu seseorang memulai karier dengan sukses, sebagai berikut:

1). Jujur pada Diri Sendiri

Sebagai pribadi yang baik, kita harus menyusun “personal branding” yang fokus utamanya adalah diri sendiri. Dalam hal ini berkaitan dengan penampilan, nada bicara, dan kehadiran adalah poin terpenting. Jika kita jujur pada diri sendiri, maka rasa percaya diri akan terpancar sendirinya. Hal ini akan menjadi poin penting bagi kita untuk meraup perhatian dari siapapun.

Selain itu, kita harus memastikan cara berbicara agar memiliki suara yang jelas, konsisten, fokus, dan dapat dikenali. Ketika Ashley pertama kali mulai membantu rekannya mengembangkan sebuah brand, langkah pertama yang dia lakukan adalah mengolah suaranya. Sehingga dalam berkomunikasi harus dengan cara unik dan otentik kepada orang lain. Langkah tersebut akan membantu seseorang lebih dipahami dan dihargai.

2). Perhatikan Potret Diri di Media Sosial

Ashley menjelaskan dalam penelitiannya bahwa 93 persen perusahaan mengatakan mereka akan mencari profil media sosial kandidat karyawan selama rekrutmen.

Perusahaan tersebut jika merasa tidak yakin akan melirik media sosial calon pelamar. Di sini lah waktunya untuk memperbaiki konten semua media sosial dan aktivitas online. Hal ini juga akan memastikan mereka cocok dengan personal branding yang dapat mendeskripsikan seseorang dengan baik.

Sebagai pelamar, kita harus meluangkan waktu untuk menghapus beberapa gambar yang mungkin bisa mengalangi suksesnya karier seperti foto sedang berpesta alkohol atau foto-foto sensitif lain.

Sedangkan untuk para rekrutmen perusahaan, biasanya melihat pencitraan yang dilakukan seseorang melalui hal tersebut. Sehingga, seseorang akan memiliki citra yang lebih baik dan itu menjadi “personal branding” yang lebih kohesif dan profesional.

3). Aktif Menunjukkan Personal Branding ke Publik

Perlu diketahui, “personal branding” adalah cara tentang memasarkan diri sendiri kepada publik dengan benar dan kreatif. Kita harus aktif di berbagai platform media sosial yang relevan dengan personal branding tersebut.

Hal ini bertujuan untuk dapat membantu perusahaan tertarik dan terhubung dengan hal yang sama yang menjadi fokus pemasaran orang tersebut. Di samping itu, kita harus memastikan narasi atau konten yang disajikan yakni konsisten, unik, dan menarik. Sehingga, kita dapat fokus untuk menempatkan diri sendiri yang sebenarnya di luar sana.

Dalam hal ini, Talkactive.id sangat “concern” terhadap tigal hal di atas agar siapapun bisa mematangkan konsep “personal branding”. Jika kamu masih ada keraguan dengan “personal branding”, Talkactive.id siap membantu kamu dengan program yang dimiliki.

Untuk #KawanBicara, jangan lupa menjadi diri sendiri dan berkomunikasi secara lancar bersama Talkactive.id untuk bisa menempatkan diri dengan baik. Selamat mencoba!

Informasi dan konsultasi personal branding dalam karier bit.ly/talkactive_class

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

Tips bangun personal branding

Sebagian #KawanBicara pasti ada yang paham bahwa “brand” adalah indikasi dari apa yang ditawarkan yang bisa membangun atau menghancurkan jalan karier seseorang. Ini juga menunjukkan kepercayaan diri, kredibilitas, dan kemampuan untuk memprioritaskan sesuatu. Memasarkan diri sebagai “brand” yang lebih baik akan membantu seseorang untuk bisa dikenal baik oleh calon perusahaan, pelanggan, atau siapapun yang penting bagi karier orang tersebut.

Lantas, bagaimana membangun “personal branding” yang auntentik? Seperti yang dikutip dari majalah Forbes, Ashley Stahl, seorang kontributor di media tersebut meneliti masalah karier terkait “personal branding” agar karier kita berkembang dengan orang sukses.

Berikut adalah tiga cara menurut Ashley Stahl untuk menciptakan hal tersebut yang bisa membantu seseorang memulai karier dengan sukses, sebagai berikut:

1). Jujur pada Diri Sendiri

Sebagai pribadi yang baik, kita harus menyusun “personal branding” yang fokus utamanya adalah diri sendiri. Dalam hal ini berkaitan dengan penampilan, nada bicara, dan kehadiran adalah poin terpenting. Jika kita jujur pada diri sendiri, maka rasa percaya diri akan terpancar sendirinya. Hal ini akan menjadi poin penting bagi kita untuk meraup perhatian dari siapapun.

Selain itu, kita harus memastikan cara berbicara agar memiliki suara yang jelas, konsisten, fokus, dan dapat dikenali. Ketika Ashley pertama kali mulai membantu rekannya mengembangkan sebuah brand, langkah pertama yang dia lakukan adalah mengolah suaranya. Sehingga dalam berkomunikasi harus dengan cara unik dan otentik kepada orang lain. Langkah tersebut akan membantu seseorang lebih dipahami dan dihargai.

2). Perhatikan Potret Diri di Media Sosial

Ashley menjelaskan dalam penelitiannya bahwa 93 persen perusahaan mengatakan mereka akan mencari profil media sosial kandidat karyawan selama rekrutmen.

Perusahaan tersebut jika merasa tidak yakin akan melirik media sosial calon pelamar. Di sini lah waktunya untuk memperbaiki konten semua media sosial dan aktivitas online. Hal ini juga akan memastikan mereka cocok dengan personal branding yang dapat mendeskripsikan seseorang dengan baik.

Sebagai pelamar, kita harus meluangkan waktu untuk menghapus beberapa gambar yang mungkin bisa mengalangi suksesnya karier seperti foto sedang berpesta alkohol atau foto-foto sensitif lain.

Sedangkan untuk para rekrutmen perusahaan, biasanya melihat pencitraan yang dilakukan seseorang melalui hal tersebut. Sehingga, seseorang akan memiliki citra yang lebih baik dan itu menjadi “personal branding” yang lebih kohesif dan profesional.

3). Aktif Menunjukkan Personal Branding ke Publik

Perlu diketahui, “personal branding” adalah cara tentang memasarkan diri sendiri kepada publik dengan benar dan kreatif. Kita harus aktif di berbagai platform media sosial yang relevan dengan personal branding tersebut.

Hal ini bertujuan untuk dapat membantu perusahaan tertarik dan terhubung dengan hal yang sama yang menjadi fokus pemasaran orang tersebut. Di samping itu, kita harus memastikan narasi atau konten yang disajikan yakni konsisten, unik, dan menarik. Sehingga, kita dapat fokus untuk menempatkan diri sendiri yang sebenarnya di luar sana.

Dalam hal ini, Talkactive.id sangat “concern” terhadap tigal hal di atas agar siapapun bisa mematangkan konsep “personal branding”. Jika kamu masih ada keraguan dengan “personal branding”, Talkactive.id siap membantu kamu dengan program yang dimiliki.

Untuk #KawanBicara, jangan lupa menjadi diri sendiri dan berkomunikasi secara lancar bersama Talkactive.id untuk bisa menempatkan diri dengan baik. Selamat mencoba!

Informasi dan konsultasi personal branding dalam karier bit.ly/talkactive_class

Penulis: Mustaqim Amna

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat