fbpx

Tips Membangun Personal Branding Bagi Pelaku Start-up

Digitalisasi dan globalisasi meningkatkan kemudahan bagi seseorang untuk menjalankan start-up. Kemudahan ini mengakibatkan pesatnya penambahan jumlah start-up yang berdampak langsung pada meningkatnya persaingan. Persaingan adalah satu dari sekian banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku start-up di era modern. Sebagai pelaku start-up, Anda harus mengadopsi berbagai cara untuk mendorong pertumbuhan bisnis Anda. Salah satu caranya adalah dengan membangun personal branding.

Personal branding akan membedakan start-up Anda dengan pemain industri lainnya dengan cara memberikan kesan yang mendalam di benak konsumen Anda. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membangun personal branding bagi start-up Anda.

1. Pahami nilai start-up Anda
Personal branding adalah cerminan dari semangat, nilai, dan keyakinan yang dimiliki start-up Anda. Maka, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan memahami nilai dari start-up Anda sendiri. Nilai ini haruslah autentik dan mampu membedakan start-up Anda dengan pesaing lainnya. Hal lain yang perlu diingat adalah jangan berupaya menampilkan sesuatu yang bersifat baik, tetapi tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya Anda yakini. Konsumen akan menghargai integritas dan ketulusan dari pesan yang start-up Anda ingin sampaikan.

2. Pilih target pasar
Salah satu kesalahan terbesar saat membangun personal branding adalah berupaya untuk memuaskan semua orang. Kenyataannya, tidak semua orang merupakan klien ideal Anda. Apabila Anda berupaya keras untuk memuaskan semua orang, bisnis Anda tidak akan memiliki nilai unik yang dapat diingat. Anda harus berani untuk menjadi spesifik. Anda tidak perlu menjangkau semua orang untuk membangun bisnis yang sukses. Hal yang diperlukan hanyalah menjangkau target pasar spesifik yang Anda tahu betul akan tertarik dengan value start-up Anda.

3. Bangun jaringan
Jaringan adalah hal krusial yang harus dimiliki untuk membangun dan menyebarluaskan personal branding. Anda harus berupaya untuk meningkatkan visibilitas start-up Anda dengan cara merangkul komunitas, bekerja sama dengan start-up lainnya, dan masih banyak lagi. Ambil peluang sebanyak-banyaknya untuk memperkenalkan start-up Anda kepada berbagai pihak.

4. Manfaatkan media sosial
Media sosial adalah wadah yang dapat dengan mudah Anda gunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari target pasar Anda. Buat dan distribusikan konten menarik dan bermanfaat untuk dapat diakses oleh banyak orang. Semakin banyak dan tepat sasaran konten yang Anda buat, semakin banayak pula orang yang mengetahui start-up Anda. Anda dapat memanfaatkan SEO untuk membantu Anda membuat konten yang tepat sasaran.

Dari keempat tips di atas, hal yang paling mudah untuk dilakukan dalam membangun personal branding adalah melalui media sosial. Anda dapat mengetahui cara membangun personal branding melalui media sosial dengan mengikuti Kiat Sukses Personal Branding Media Sosial dari Talkactive.id hari Jumat, 18 Desember 2020 pukul 19.30–21.30. Segera daftarkan diri di bit.ly/daftartalkactive.

 

Penulis: Danissa Rizkiyanti

Share This:

Digitalisasi dan globalisasi meningkatkan kemudahan bagi seseorang untuk menjalankan start-up. Kemudahan ini mengakibatkan pesatnya penambahan jumlah start-up yang berdampak langsung pada meningkatnya persaingan. Persaingan adalah satu dari sekian banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku start-up di era modern. Sebagai pelaku start-up, Anda harus mengadopsi berbagai cara untuk mendorong pertumbuhan bisnis Anda. Salah satu caranya adalah dengan membangun personal branding.

Personal branding akan membedakan start-up Anda dengan pemain industri lainnya dengan cara memberikan kesan yang mendalam di benak konsumen Anda. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membangun personal branding bagi start-up Anda.

1. Pahami nilai start-up Anda
Personal branding adalah cerminan dari semangat, nilai, dan keyakinan yang dimiliki start-up Anda. Maka, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan memahami nilai dari start-up Anda sendiri. Nilai ini haruslah autentik dan mampu membedakan start-up Anda dengan pesaing lainnya. Hal lain yang perlu diingat adalah jangan berupaya menampilkan sesuatu yang bersifat baik, tetapi tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya Anda yakini. Konsumen akan menghargai integritas dan ketulusan dari pesan yang start-up Anda ingin sampaikan.

2. Pilih target pasar
Salah satu kesalahan terbesar saat membangun personal branding adalah berupaya untuk memuaskan semua orang. Kenyataannya, tidak semua orang merupakan klien ideal Anda. Apabila Anda berupaya keras untuk memuaskan semua orang, bisnis Anda tidak akan memiliki nilai unik yang dapat diingat. Anda harus berani untuk menjadi spesifik. Anda tidak perlu menjangkau semua orang untuk membangun bisnis yang sukses. Hal yang diperlukan hanyalah menjangkau target pasar spesifik yang Anda tahu betul akan tertarik dengan value start-up Anda.

3. Bangun jaringan
Jaringan adalah hal krusial yang harus dimiliki untuk membangun dan menyebarluaskan personal branding. Anda harus berupaya untuk meningkatkan visibilitas start-up Anda dengan cara merangkul komunitas, bekerja sama dengan start-up lainnya, dan masih banyak lagi. Ambil peluang sebanyak-banyaknya untuk memperkenalkan start-up Anda kepada berbagai pihak.

4. Manfaatkan media sosial
Media sosial adalah wadah yang dapat dengan mudah Anda gunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari target pasar Anda. Buat dan distribusikan konten menarik dan bermanfaat untuk dapat diakses oleh banyak orang. Semakin banyak dan tepat sasaran konten yang Anda buat, semakin banayak pula orang yang mengetahui start-up Anda. Anda dapat memanfaatkan SEO untuk membantu Anda membuat konten yang tepat sasaran.

Dari keempat tips di atas, hal yang paling mudah untuk dilakukan dalam membangun personal branding adalah melalui media sosial. Anda dapat mengetahui cara membangun personal branding melalui media sosial dengan mengikuti Kiat Sukses Personal Branding Media Sosial dari Talkactive.id hari Jumat, 18 Desember 2020 pukul 19.30–21.30. Segera daftarkan diri di bit.ly/daftartalkactive.

 

Penulis: Danissa Rizkiyanti

Share This:

More Articles

News

Menu
Open chat